PENGARUH ALAT PER MAINAN EDUKASI BUSY JAR TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH USIA 4 – 5 TAHUN DI PAUD CAHAYA HATIDESA NEGLASARI KABUPATEN BOGOR
DOI:
https://doi.org/10.46508/jiw.v16i2.273Kata Kunci:
Busy Jar, Motorik Halus, AnakAbstrak
Latar Belakang. Menurut World Health Organitation (WHO) melaporkan bahwa 5- 25% anak usia prasekolah
menderita disfungsi otak minor, termasuk gangguan perkembangan motorik halus. Terbawanya sensori motorik
anak secara langsung, diharapkan dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi anak, sehingga anak tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang didapatkan nantinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis
Pengaruh permainan edukasi Busy Jar terhadap perkembangan motorik halus anak usia pra sekolah usia 4-5 tahun di PAUD Cahaya Hati Desa Neglasari Kabupaten Bogor. Metode Penelitian ini merupakan Eksperimen
dengan desain riset Pra-Eksperimen Design yaitu One-Group PreTest-PostTest. Pengambilan sampel penelitian
ini menggunakan total samplswing. Instrument yang digunakan adalah KPSP (Kuesioner Pra - Skrining Perkembangan). Penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil Penelitian Berdasarkan Distribusi
Frekuensi Kemampuan Perkembangan Motorik Halus sebelum diberikan permainan edukasi Busy Jar, dari 42
responden terdapat 29 (69.0%) responden dengan hasil sesuai. Dan berdasarkan Distribusi Frekuensi Kemampuan Perkembangan Motorik Halus setelah diberikan permainan edukasi Busy Jar dari 42 responden terdapat 42
(100%) responden mampu melakukan permainan edukasi Busy Jar dengan hasil sesuai. Kesimpulan pemberian
permainan edukasi Busy Jar ini dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak usia pra sekolah
usia 4-5 tahun di PAUD Cahaya Hati Desa Neglasari Kabupaten Bogor
Referensi
1. Yuniati. Pengaruh Stres Kerja, Beban
Kerja, Kepuasan Kerja Terhadap
Kinerja Perawat Di Rsud Datu Beru. J
Jumantik. 2020;5(1):78–89.
2. Munandar A, Irawati K, Prianto Y.
Terapi Psikoreligius Dzikir
Menggunakan Jari Tangan Kanan Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Di
Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta. Din Kesehat J
Kebidanan Dan Keperawatan.
2019;10(1):69–75.
3. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang
Anak Edisi 2. Jakarta: Ecg; 2013.
4. Unicef Wwbg. Levels And Trends In
Child Malnutrition. Geneva; 2017.
5. Andarwati M. Terakreditasi Sinta
Peringkat 4 Gamifikasi (Gamification) Konsep Dan Penerapan. J
Kesehat. 2022;3(1):21–9.
6. Sulistiarini D, Berliana Sm. FaktorFaktor Yang Memengaruhi Kelahiran
Prematur Di Indonesia: Analisis Data
Riskesdas 2013. E-Journal Widya
Kesehat Dan Lingkung.
2016;1(2):2016.
7. Kemenkes Kkri. Pedoman
Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Di
Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta: Direktorat Jendral Kesehatan
Masyarakat; 2016.
8. Sapitri E, Yudiernawati A, Maemunah
N. Hubungan Kemapuan Pemberian
Stimulasi Dengan Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Prasekolah Usia (3-
6) Tahun Di Tk Aisyiyah Busnatul Aftal
(Aba) 02 Dau Kabupaten Malang. Nurs
News (Meriden). 2018;3(1):1–12.
9. Fida, Maya. Pengantar Ilmu Kesehatan
Anak. Jogjakarta: D-Media; 2012.
10. Maghfuroh L, Chayaning Pk. Pengaruh
Finger Painting Terhadap Perkembangan
Motorik Halus Anak Usia Prasekolah Di
Tk Sartika I Sumurgenuk Kecamatan
Babat Lamongan. J Heal Sci.
2018;10(1):1–8.
11. Nazhifah N. Pengaruh Penggunaan Aplikasi Tiktok Terhadap Perilaku Adicted
Siswa Slta Di Kota Pekanbaru. J Mediakita. 2021;5(1):1–9.
12. Depdiknas. Permendikbud No. 146
Tahun 2014. Jakarta: Depdiknas; 2014.
13. Pangestu A, Hasnunidah N, Marpaung
Rr. Pengaruh Discovery Learning Terhadap Kesadaran Metakognisi Dan Hasil
Belajar Peserta Didik. Assim Indones J
Biol Educ. 2019;2(2):52–7.
14. Adawiah L. Learning Management
System Blended Learning Menujupendidikan
Terjangkau (Studi Kasus Universitas AlAzhar Indonesia). Jakarta: Uin Syarif Hidayatullah; 2022.
15. Daulay R, Kurnia E, Maulana I.
Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Kinerja Karyawan Pada
Perusahaan Daerah Di Kota Medan. Proseding Semin Nas Kewirausahaan.
2019;1(1):209–2018.
16. Pura Dn, Asnawati. Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kolase Media Serutan Pensil. J Ilm Potensia. 2019;4(2):131–40.
17. Fajriani Gn. Penggunaan Apd Saat
Penyemprotan Pestisida Dan Kadar
Kolinesterase Dalam Darah Petani Desa Pasirhalang. J Media Anal Kesehat.
2019;10(2):163–70.
18. Ropiah N. Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan
Pasien Di Puskesmas Rantang Kecamatan Medan Petisah. Universitas Islam
Negeri Islam Sumatera Utara; 2019.
19. Juwantara Ra. Analisis Teori Perkembangan Kognitif Piaget Pada Tahap
Anak Usia Operasional Konkret 7-12
Tahun Dalam Pembelajaran Matemat-
ika. Al- Adzka J Ilm Pendidik Guru
Madrasah Ibtidaiyah. 2019;9(1):20–9.
20. Fhatri Z. Perspektif Orangtua Terhadap Anak Autisme Dan Peranannya
Dalam Terapi (Studi Kasus Pla
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung). Al-Mudarris J Ilm Pendidik Islam. 2019;2(2):154–69.
21. Mulyani Sd, Munthe Jo. Pengaruh
Skeptisme Profesional, Pengalaman
Kerja, Audit Fee Dan Independensi
Terhadap Kualitas Audit Pada Kap Di
Dki Jakarta. J Akunt Trisakti.
2019;3(2):87–95.
22. Bujuri A. Analisis Perkembangan
Kognitif Anak Usia Dasar Dan Implikasinya Dalam Kegiatan Belajar
Mengajar. Yogyakarta J Tidak Diterbitkan. 2018;11(1):1– 9.
23. Hermawati M. Meningkatkan
Perkembangan Motorik Halus Anak
Usia 5 – 6Tahun Melalui Media Busy
Ja. J Ris Pendidik Guru Paud.
2022;2(2):1–9.
24. Kartika Ar, Efendy M. Pengembangan
Media Game Busy Jar Untuk Merangsang Perkembangan Senso - Motorik.
Pros Patriot Mengabdi. 2022;1(2):1–9.
25. Susanto A. Pendidikan Anak Usia
Dini. Jakarta: Pt Bumi Aksara; 2018.
26. Sumantri M. Perkembangan Peserta
Didik. (Jakarta: Universitas Terbuka;
2011.
27. Sudargo T. 1000 Hari Pertama Kehidupan. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press; 2018.
28. Marmi Kr. Asuhan Neonatus, Bayi,
Balita, Dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2015.
29. Desiningrum Dr. Buku Ajar Psikologi
Perkembangan Anak. Semarang : Upt
Undip Press Semarang; 2012.
30. Honggowiyono P. Pertumbuhan
Dan Perkembangan Peserta Didik
Untuk Guru Dan Calon Guru. Malang: Gn. Samudera; 2015.