FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK

Authors

  • Irianto Honest
  • Devi Irawan
  • Agus Triwinarto
  • Muhammad Dinden Hernawan
  • Rifa Febriyana

DOI:

https://doi.org/10.46508/jiw.v17i2.270

Keywords:

Stunting, Status ekonomi, anak

Abstract

Stunting / kerdil adalah kondisi dimana anak memiliki tinggi badan dan berat badan yang tidak sesuai dengan umur nya. Kondisi ini diukur dengan tinggi badan dan berat badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Kejadian stunting di Kabupaten Bogor tahun 2019 mencapai 39,2 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh dengan kejadian stunting di SDN Neglasari 04 Dramaga Kabupaten Bogor.
Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden dari 256 responden yang di ambil dengan cara teknik sampling non random sampling. Variabel yang diikuti meliputi riwayat BBLR, pendidikan orang tua, status ekonomi, dan pola pemberian makan. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan kendal tau, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Hasil penelitian yang didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah riwayat BBLR dengan p-value 0,066, pendidikan orang tua dengan p-value 0,064, status ekonomi dengan p- value 0,00, dan pola pemberian makan dengan p-value 0,090. Hasil analisis multivariat variabel status ekonomi yang paling dominan mempengaruhi kejadian stunting dengan nilai p=0,000 dan nilai Exp(B) tertinggi yaitu 3,777. Dan faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian stunting adalah status ekonomi.

References

1. Trihono, dkk. 2015. BUKU PENDEK (STUNTING) DI INDONESIA, MASALAH DAN SOLUSINYA. Badan penelitian dan pengembangan kesehatan, Balitbangkes h.1-2. 19-20 2. Kementrian kesehatan RI, 2018. Situasi balita pendek (stunting) di Indonesia, Jakarta.

3. Kementerian Kesehatan RI,2019. Berfokus pada pencegahan stunting,Jakarta. https://indonesia.go.id/narasi/indonesiadalamangka/sosial/kementerian-kesehatan-fokus-pada-pencegahan-stunting. 4. Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan),2013. Riskesdas Dalam Angka Provinsi Jawa Barat 2013. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 5. Fira Nursyabani, 2019. Kabupaten bogor perbanyak desa lokus intervensi stunting. https://adeyasin.net/2019/08/10-desa-ini-

Jurnal Ilmiah Wijaya, Volume 17 Nomor 2, Juli - Desember 2025

Hal 7-20 website : www.jurnalwijaya.com; p-ISSN: 2301-4113, e-ISSN: 2723-3448

19

jadi-fokus-pemkab-bogor-tangani-stunting/ 6. Onis M, Fransesco B, 2016. Childhood stunting: a global perspective. J Matern Child Nutr ; 12(Suppl 1):12-26. 7. Margawati A, Astri MA, 2018. Pengetahuan ibu, pola makan dan status gizi pada anak stunting usia 1-5 tahun di Kelurahan Bangetayu, Kecamatan Genuk, Semarang. Jurnal Gizi Indonesia ; 6(2):82. 8. Khomsan A. Ekologi masalah gizi, pangan, dan kemiskinan. Bandung: Alfabeta. 2012. 9. Supriyanto, 2017. Berat badan lahir rendah berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia. Vol. 5, No. 1, 2017: 23-30, DOI : http://dx.doi.org/10.21927/ijnd.2017.5(1).23-30. 10. , Blessing Jaka. Agho Kingsley E, Hall John J, Merom Dafna, Astel Burt Thomas, and Renzaho Andre M.N. 2017. Stunting and severe stunting among children under-5 years in Nigeria: A multilevel analysis. Nigeria: BMCPediatrics. 11. Senbanjo IO, Oshikoya KA, Odusanya OO, Njokanma OF. Prevalensi of and risk factors for stunting among school children and adolescents in Abeokuta, Southwest Nigeria. J Healt Popul Nutr. 2011. 12. Tiwari, Rina, Ausman Lynne M, Agho Kingsley Emwinyore. 2014. Determinants of stunting and severe stunting among under-fives: evidence from the 2011 Nepal Demographic and Health Survey. Nepal: BMC Pediatrics.

13. Risani Rambu Pudi Loya, 2016. Pola asuh pemberian maka pada bayi stunting usia 6-12 bulan. Skripsi. Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/62129/1/902_Risani_Rambu_Podu_Loya.pdf . 14. Nadia Nabila Larasati, 2018. Faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita umur 25-59 bulan. Skripsi. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1719/1/SKRIPSI%20NADIA.pdf (.

15. Kementrian Kesehatan RI. 2012. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1995/MENKES/SK/XII/2010. Jakarta: Kemenkes RI. http://www.gizi.depkes.go.id. (.

16. Gibson, R. S. 2005. Principles of Nutritional Assessment. Second Edition. Oxford University Press Inc, New York.

17. Supariasa. 2001. Penilaian Status Gizi. Buku Kedokteran EGC.Jakarta.Kementrian Kesehatan RI. 2007. 18. Lutfiana Oktadila Nurjanah, 2018. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Skripsi. Stikes Bhakti Husada Mulia. http://repository.stikesbhm.ac.id/351/1/SKRIPSI%20LUTFIANA%20O%20N201403025.pdf. 19. Onetusfisfi Putra, 2015. Pengaruh BBLR terhadap kejadian stunting pada anak usia 12-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Skripsi. Universitas Andalas.http://scholar.unand.ac.id/12188/5/TA%20UTUH.pdf.

20. Moh. Haitami Salim & Syamsul Kurniawan, Studi Ilmu Pendidikan Islam, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media,2012),hal.2

21. Umi Chulsum & Windy Novia, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Surabaya:Kashiko,2006),hal.547 22. Inggrid Cahyani, 2017. Karakteristik anak usia 6-12 tahun dalam belajar. https://pendidikan312.wordpress.com/2017/12/19/karakteristik-anak-usia-6-12-dalam-belajar/ (di akses pada 19 Desember 2017). 23. Malayu Hasibuan, 2008. Dasar-Dasar Perbankan. Bumi Aksara, Jakarta, 2008. hal. 205.

24. Sugiyono, 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R &D Bandung : PT Alfabeta

Jurnal Ilmiah Wijaya, Volume 17 Nomor 2, Juli - Desember 2025

Hal 7-20 website : www.jurnalwijaya.com; p-ISSN: 2301-4113, e-ISSN: 2723-3448

20

25. Nursalam, 2016. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendidikan Praktis : Jakarta:Salemba Medika.

26. Abdurrahman, Dr. Maman, Dkk. 2011. Dasar-dasar Metode Statistika Untuk Penelitian, Cetakan Pertama. Bandung, CV Pustaka Setia.

27. Notoatmojo, Soekidjo. 2010, Metodelogi Penelitian Kesehatan, Jakarta. PT. Ardimahastya.

28. Notoatmojo, Soekidjo. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta, Rineka Cipta.

Downloads

Published

2025-12-19

How to Cite

Irianto Honest, Devi Irawan, Agus Triwinarto, Muhammad Dinden Hernawan, & Rifa Febriyana. (2025). FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK. Jurnal Ilmiah Wijaya, 17(2). https://doi.org/10.46508/jiw.v17i2.270

Issue

Section

Volume 17 Number 2 : 2025