PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG GEJALA PENYAKIT JANTUNG PADA LANSIA

Keywords:

Pengetahuan;, Lansia;, Penyakit Jantung,

Abstract

Prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter yang dilakukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 sebesar 0,5% sedangkan berdasarkan diagnosis dokter atau gejala sebesar 1,5%. Hasil Riskesdas ini menunjukkan penyakit jantung berada pada posisi ketujuh tertinggi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia. Menurut Riskesdas Tahun 2013, prevalensi PJK berdasarkan wawancara yang pernah didiagnosis oleh tenaga kesehatan atau mempunyai gejala subyektif PJK di Indonesia sebesar 1,6%. Tujuan dalam penelitian ini diketahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan tentang gejala jantung pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sindang Barang Kota Bogor. Jenis penelitian ini adalah Pre Experimental Design dengan metode One Group Pretest-Postest. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel 32 orang. Pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran angket berupa kuesioner. Nilai sig. (2-tailed) atau nilai signifikan untuk tingkat pengetahuan pre test dan post test ρ-value 0,000 < 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara hasil pre test dan post test sehingga ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan tentang gejala penyakit jantung pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sindang Barang Kota Bogor.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan informasi sebagai bahan study untuk dijadikan bahan perbandingan sekaligus dapat dilakukan pengembangan penelitian lebih lanjut bagi peneliti lain serta untuk menambah pengetahuan tentang gejala penyakit jantung pada lansia.

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Pokok-Pokok Hasil Riskesdas Indonesia tahun 2013. Jakarta: Lembaga Penerbit Balitbangkes; 2014.

CD Mathers dan D. Loncar, “Proyeksi kematian global dan beban penyakit dari tahun 2002 hingga 2030” Kedokteran PLoS, 3, tidak. 11, artikel e442, 2006.

Citrakesumasari. Model Prediksi Suspek Penyakit Jantung Koroner pada individu dan Masyarakat di Indonesia. Makassar: Hasanuddin

Univ.;2009.

Danaei G, Ding EL, Mozaffarian D, et al. The preventable causes of death in the United States: comparative risk assessment of dietary, lifestyle, and metabolic riskfactors. PLoS Med 2009;6:e1000058. 10.1371/journal. pmed.1000058.

Fatimah, (2010), Merawat Manusia Lanjut Usia Suatu Pendekatan Proses Keperawatan Gerontik. Jakarta : Tim.

Horton R. Offline: Chronic diseases—the social justice issue of our time. Lancet 2015;386:2378 10.1016/S0140-6736(15)01178-2

Kementerian Kesehatan RI, 2013. Gambaran Kesehatan Lanjut Usia di Indonesia,Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan-Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Singapura, “EaDCD: Healthcare Landscape Proyeksi pada 2010, 2015 dan 2020 di Singapura, ”2008.

Kementerian Kesehatan Singapura,“ Penyebab Utama Kematian, ”2013,

Khairani, R. (2007). Prevalence of Diabetes Mellitus and the Relationship with Quality of Life of Older People in the Community. Universa Medicina, Jan-Mart, Vol.26 No.1:18-26.

Kosen S, Tarigan IU, Rosita T, Indriasih E, Usman Y, dkk. Indonesia: Sample registrationSystem 2014. Jakarta : The National Institute of Health Research and Development; 2015.

Leischik R, Dworrak B, Strauss M, et al. Plasticity of Health. German Journal of Medicine 2016;1:1-17.

MOH,National Institut of Health Research and Development, Center for Community Empowerment, Health Policy and Humanites 2015. Indonesia: Sample Registration System 2014. NIHRD Library Cataloguing in Publication Data.

Oemiati R, Rustika. Faktor risiko

Jurnal Ilmiah Wijaya, Volume 15 Nomor 2, Juli-Desember 2023

Hal 144-150 website : www.jurnalwijaya.com; p-ISSN: 2301-4113, e-ISSN: 2723-3448

penyakit jantung koroner (PJK) pada perempuan. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 2015;18( 1): 47–55.

WHO, Federasi Jantung Dunia, dan Organisasi Stroke Dunia Tion Atlas Global tentang Pencegahan dan Kontrol Penyakit Kardiovaskular, Organisasi Kesehatan Dunia, 2011.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data dan Informasi 2014 (Profil Kesehatan Indonesia). Jakarta.2015.

Suliha, U. 2002. Pendidikan Kesehatan dalam Keperawatan. EGC: Jakarta.

Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Nursalam & Efendi, F (2008). Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Notoatmodjo, Soekidjo, 2003, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Fitriani. S. 2011. Promosi Kesehatan. Ed 1. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Agustin, Ririn. 2013. Pengaruh pendidikan Kesehatan. Yogyakarta.

Mubarak. W. I. (2011). Promosi kesehatan. Jogyakarta : Graha ilmu.

Notoatmodjo S. 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Nursalam. (2011). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Nursalam, dan Siti Pariani. 2010. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. CV. Agung Seto. Jakarta.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Anies. 2017. “NEGARA SEJUTA BENCANA Identifikasi, Analisis, & Solusi Mengatasi Bencana dengan Manajemen Kebencanaan”. Yogyakarta: ArRuzz Media.

WHO. Global Report On Diabetes.

France: World Health Organization; 2016.

Nadianto, F. 2018. Hubungan penggunaan kontrasepsi oral dengan kejadian penyakit jantung koroner di poli jantung RSUD Hardjono Ponorogo. Ponorogo: Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Samiadi, L. A. 2016. Metatarsalgia. Diambil 21 Maret 2018 dari https://hellosehat.com/penyakit/metatarsalgia/

Published

2024-01-26

How to Cite

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG GEJALA PENYAKIT JANTUNG PADA LANSIA. (2024). Jurnal Ilmiah Wijaya, 15(2). Retrieved from https://jurnalwijaya.com/index.php/jurnal/article/view/202

Issue

Section

Volume 15 Number 2 : 2023